Family Four – The Danzigs
Review Kasus
Sarah adalah wanita berusia 23 tahun. Keanehan yang terjadi pada dirinya berlangsung mulai dari usia 17 dan terus berkembang hingga usianya saat ini. Pada awal usia 17 tahun, dia menghabiskan sepanjang harinya di tempat tidur dan hanya bangun pada malam hari untuk membaca alkitab. Pada usia 21 tahun dia sudah mulai mengeluarkan ide-ide yang aneh, misalnya pada saat melihat televisi ia merasa televisi tersebut memperhatikan dirinya. Sarah merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dengan adik laki-laki berusia 21 tahun dan adik perempuan berusia 15 tahun. Ayahnya berusia 56 tahun dan ibunya berusia 50 tahun. Disini terdapat perbedaan cara pandang antara Sarah dan orang tuanya (terutama ayah) mengenai apa yang Sarah lakukan.
Analisis Kasus
Sarah
Sarah merasakan bahwa dirinya diperlakukan dengan adanya penolakan dari keluarga (terutama dari ayahnya). Ia merasakan bahwa ayahnya memperlakukan kedua adiknya jauh lebih baik daripada perlakuan ayah terhadapnya. Apa yang Sarah lakukan sehari-hari, bagi dirinya merupakan suatu penyebab ayahnya melakukan penolakan tersebut. Padahal Sarah sendiri tidak mengetahui apa yang salah dengan perilaku tersebut dan apa yang menyebabkan perilaku itu muncul. Dalam pikirannya ayahnya selalu memperhatikan dirinya jika dia tidak memakai baju atau sedang nelfon, ayahnya juga suka membaca surat-surat yang dia miliki. Hingga pada akhirnya Sarah diputuskan untuk masuk Rumah Sakit Jiwa oleh kedua orang tuanya, Sarah tetap memiliki anggapan bahwa Ayah nya lah yang memiliki ide tersebut (yang ia anggap sebagai hal jahat karena membuat dirinya sebagai anak terbuang). Sarah cenderung bersikap paranoid dalam kesehariannya.
Orang tua
Menurut orang tua Sarah, Sarah saat ini memperlihatkan bahwa Sarah berperilaku aneh, agresif, dan memiliki kelainan. Namun, ayahnya selalu membantu Sarah untuk kembali kepada keadaan yang lebih baik, misalnya ayahnya mengajak dirinya untuk bekerja di kantornya dengan tujuan agar Sarah memiliki kegiatan. Sedangkan ibunya menganggap Sarah sebagai anak pengacau, seringkali melakukan perilaku aneh. Dengan pandangan ibu yang seperti itu, ibunya memutuskan untuk memasukan Sarah ke Rumah Sakit Jiwa.


menurut kami dalam isi kasus analisis ini kurang jelasin tentangg kasusnya di sinopsis, kurang detail, jadi ada penjelasan yang ditulis di analisis tapi sbelumnya gak ada di sinopsisnya. terimakasih dan semoga membangun.
by Alinda Destiana (7008) dan kawan-kawan seperjuangan dalam kelompok Aneks. http://hkatsushika.blogspot.com/
menurut kami analisisnya kurang menggambarkan penghayatan sudut pandang dari keduanya, seperti kenapa ibunya mengganggap sarah sebagai pengacau? apa yang dirasakan orang tuanya terhadap perilaku anaknya? penghayatan sudut pandang orang tuanya sepertinya masih dapat diperdalam, darimana perilaku sarah muncul pun tidak tergambarkan dengan jelas..
semoga bermanfaat..
http://psikologianeks.blogspot.com
-vita, shandyca, switenia, siti silmi, vitra
menurut kami, analisisnya kurang begitu jelas.. seperti tindakan apa yang menurut ibunya itu merupakan suatu tindakan agresi dan apa yang menyebabkan ibunya menganggap dia sebagai seorang pengacau.. mungkin bisa dituliskan saja secara rinci.. mungkin jika memungkinkan, bisa juga dituliskan apa penghayatan sarah terhadap ibunya sendiri..
terimakasih, semoga pendapat kami bermanfaat dan bisa menjadi suatu masukan, hehe..
-rere, dudu, kemi, winda, delis-
Menurut kami, dalam analisis ini kurang dalam perbandingan mengenai perbedaan sudut pandang antara Sarah dengan kedua orang tuanya. Mungkin bisa dituliskan contoh-contoh persepsi masing-masing (Sarah, ayah, dan ibunya) terhadap satu hal.
Kami pikir tidak pelu untuk mencantumkan sebab dari perilaku Ruth tersebut. Bukankah pertanyaan-pertanyaan Analisis Eksistensial adalah "apa yang dirasakan atau dialami?", bukan "apa sebanya?".